Niat Shalat Gerhana Matahari Dan Gerhana Bulan

Shalat gerhana bulan hukumnya sunnah muakkad yang berarti akan lebih baik dilakukan secara berjemaah. Artinya: “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah Swt..”

Mengutip dari laman resmi Kementerian Agama, berikut ini cara shalat gerhana bulan.

Membaca bacaan niat shalat gerhana yang berbunyi, “Ushallî sunnatal khusûf rak’ataini imâman/makmûman lillâhi ta’âlâ”.

Kemudian bangkit dari rukuk (itidal) sambil mengucapkan, “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd.” Setelah itidal tidak langsung sujud, tapi dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah dan surat yang panjang. Setelah shalat, imam akan menyampaikan khotbah kepada jamaah yang berisi imbauan untuk berzikir, berdoa, beristigfar, dan bersedekah. Sholat gerhana adalah sebuah sunnah yang apabila dijalankan akan membuat kita lebih dekat dengan Allah Swt.. Anjuran untuk melaksanakan shalat gerhana bulan bagi kaum Muslim tertuang dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari berikut:

Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan bahwa shalat gerhana dilaksanakan sesuai wilayah masing-masing. “Pelaksanaan shalat gerhana disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerahnya masing-masing,” kata Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin mengutip laman resmi Kementerian Agama. Berikut adalah informasi mengenai kapan kita bisa melihat gerhana bulan total berdasarkan waktu dan wilayah: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunaikan shalat dan menghadiri nobar gerhana matahari cincin di Masjid Al Akbar Surabaya (MAS).

Ia menyebut acara itu bisa menjadi kegiatan bermanfaat./ Foto: Amir Baihaqi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunaikan shalat dan menghadiri nobar gerhana matahari cincin di Masjid Al Akbar Surabaya (MAS). Mengamalkan shalat gerhana bulan yang merupakan salah satu sunnah dalam Islam akan mendatangkan berbagai amal pahala. Berikut ada beberapa hikmah yang bisa kita dapatkan dengan melaksanakan shalat gerhana bulan: Shalat gerhana dapat mengingatkan diri akan betapa besar kuasa Allah Swt. Disyariatkannya shalat gerhana bulan diharapkan dapat mengingatkan kita akan kebesaran kuasa Allah Swt. Akan tetapi, dengan peristiwa itu Allah Ta’ala ingin membuat para hamba-Nya takut.”

Shalat gerhana dapat memberi rasa takut dalam diri sehingga membuat kita menjadi lebih bertakwa Selain itu, sebuah hadits mengatakan bahwa shalat gerhana juga disyariatkan untuk diamalkan agar kita dapat menanamkan rasa takut kepada Allah Swt.

Hal ini juga tertuang dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim berikut: Artinya: “Sesungguhnya ketika tertutup cahaya matahari dan bulan (gerhana) bukanlah sebab karena ada yang mati atau karena ada yang hidup, namun itu adalah tanda kuasa Allah untuk menakut-nakuti hamba-Nya dengan terjadi gerhana tersebut.”

Mitos ini sampai membuat siapa pun yang mempercayainya ketakutan dan sembunyi di bawah meja. Shalat gerhana dianjurkan untuk diamalkan agar kita selalu ingat akan kebesaran Allah Swt.

dan terus mengamalkan perbuatan baik untuk menambah nilai ketakwaan kita di hadapannya. juga bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa kita dianjurkan untuk mengamalkan hal-hal baik selama waktu gerhana masih berlangsung. Penjelasan mengenai mitos tentang gerhana yang berhubungan dengan kematian atau lahirnya seseorang. Itulah informasi selengkapnya mengenai gerhana bulan yang tidak lepas dari mitos masa lalu dan anjuran untuk melakukan shalat gerhana bulan yang lengkap dengan penjelasan tata cara untuk melakukannya. Semoga tulisan ini dapat mengantarkan kita untuk memanfaatkan momen kebesaran Allah Swt.

15 Tata Cara Salat Gerhana Matahari dan Bulan Sesuai Sunnah

Momen yang dimaksud adalah ketika muslim melihat fenomena langit gerhana Matahari atau Bulan secara langsung sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW. Artinya: “Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan), maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.”

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga menegaskan pengamalan salat gerhana untuk mengimani tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.

Artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah.

Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah sholat, dan bersedekahlah,” (HR Bukhari). Dengan catatan, fenomena gerhana yang dijadikan acuan dapat disaksikan langsung oleh mata telanjang bukan melalui hasil hisab.

Untuk itu, alangkah baiknya bila amalan ini dikerjakan sesuai dengan tata cara salat gerhana Matahari dan Bulan. Menurut Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi dalam Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq, salat gerhana lebih utama dikerjakan secara berjamaah. Sebab, salat ini juga diawali dengan panggilan, “Asshalatu jami’ah (mari sholat berjamaah),” dari imam meski tidak menjadi syarat.

Artinya: “Saya niat salat sunnah gerhana Matahari sebagai imam atau makmum karena Allah SWT.” Kemudian bangkit dari rukuk (i’tidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah, rabbana wa lakal hamd,” Setelah i’tidal tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah dan surat lain.

Namun, ada kebolehan bagi wanita muslim untuk mengerjakan tata cara salat gerhana Matahari maupun Bulan sendirian di rumah seperti pendapat dari Fadhilatusy Syekh Muhammad ibnu Shalih al Utsaimin dalam Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibnu Utsaimin.

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan dan Waktu Melaksanakannya

Umat Islam dianjurkan melaksanakan shalat gerhana bulan total pada hari ini, 8 November 2022. Mayoritas ulama menyatakan hukum shalat gerhana bulan adalah sunah muakkad sehingga sangat dianjurkan. Alasanya karena shalat gerhana merupakan bentuk mendekatkan diri pada Allah SWT.

Sebab, fenomena alam ini adalah bagian dari tanda kekuasaan Allah sekaligus untuk mengingatkan manusia akan tanda-tanda hari kiamat, sebagaimana bunyi hadis berikut: Kemudian Rasulullah SAW berkata, “Sesunggunya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT, dan ia tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, makan berdoalah kepada Allah SWT dan dirikan shalat hingga (matahari) kembali tampak.”

Artinya: “Saya shalat suna gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.” Lalu bangkit dari rukuk (i’tidal) sambil mangucapkan Sami’allahu liman hamidah.

Terakhir, imam shalat dapat melanjutkan untuk menyampaikan khotbah yang berisi tentang ajakan berzikir, berselawat, membaca istigfar, serta sedekah. Apabila bulan sudah muncul, maka tidak disunahkan untuk mengqada shalat.

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan shalat gerhana dilaksanakan sesuai wilayah masing-masing. “Pelaksanaan salat gerhana disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerahnya masing-masing,” ujar Kamaruddin dalam keterangannya, Jumat (4/11).

Berikut waktu dan wilayah dapat melihat gerhana bulan total 8 November 2022. Itulah bacaan niat, tata cara shalat gerhana bulan, dan waktu melaksanakannya.

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan, Jumlah Rakaat Hingga Bacaannya

Kejadian ini dijelaskan Islam sebagai tanda-tanda kebesaran Allah SWT dan anjuran amalan sholat khusuf atau gerhana bulan saat peristiwa tersebut. إن الشمس والقمر لا يخسفان لموت أحد ولا لحياته، ولكنهما آيتان من آيات الله فإذا رأيتموهما فصلوا Artinya: “Sesungguhnya gerhana matahari dan bulan terjadi bukanlah disebabkan oleh kematian atau kelahiran seseorang, namun keduanya merupakan dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Terkait ini, ada pendapat yang mejelaskan bahwa seorang harus melafalkan dengan keras atau jahr selama gerhana bulan, karena itu seperti sholat malam.

Niat dan Tata Cara Sholat Gerhana Matahari, Lengkap dengan Bacaan Doa

Diketahui gerhana ini tidak akan terlihat dari Indonesia, namun ada amalan yang bisa dipanjatkan saat terjadi fenomena alam astronomi yang jarang terjadi ini. Jangan kalian bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan, tetapi bersujudlah kalian kepada Allah yang menciptakan semua itu, jika kamu hanya menyembah-Nya,” (QS Fushilat [41]: 37). “Saya niat sholat sunah gerhana matahari sebagai imam atau makmum karena Allah semata.”

Ini Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan dalam Islam

Shalat gerhana bulan hukumnya sunnah muakkad yang berarti akan lebih baik dilakukan secara berjemaah. Artinya: “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah Swt..” Mengutip dari laman resmi Kementerian Agama, berikut ini cara shalat gerhana bulan. Membaca bacaan niat shalat gerhana yang berbunyi, “Ushallî sunnatal khusûf rak’ataini imâman/makmûman lillâhi ta’âlâ”. Kemudian bangkit dari rukuk (itidal) sambil mengucapkan, “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd.” Setelah itidal tidak langsung sujud, tapi dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah dan surat yang panjang.

Setelah shalat, imam akan menyampaikan khotbah kepada jamaah yang berisi imbauan untuk berzikir, berdoa, beristigfar, dan bersedekah. Sholat gerhana adalah sebuah sunnah yang apabila dijalankan akan membuat kita lebih dekat dengan Allah Swt.. Anjuran untuk melaksanakan shalat gerhana bulan bagi kaum Muslim tertuang dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari berikut:

Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan bahwa shalat gerhana dilaksanakan sesuai wilayah masing-masing. “Pelaksanaan shalat gerhana disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerahnya masing-masing,” kata Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin mengutip laman resmi Kementerian Agama.

Berikut adalah informasi mengenai kapan kita bisa melihat gerhana bulan total berdasarkan waktu dan wilayah: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunaikan shalat dan menghadiri nobar gerhana matahari cincin di Masjid Al Akbar Surabaya (MAS).

Ia menyebut acara itu bisa menjadi kegiatan bermanfaat./ Foto: Amir Baihaqi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunaikan shalat dan menghadiri nobar gerhana matahari cincin di Masjid Al Akbar Surabaya (MAS). Mengamalkan shalat gerhana bulan yang merupakan salah satu sunnah dalam Islam akan mendatangkan berbagai amal pahala. Berikut ada beberapa hikmah yang bisa kita dapatkan dengan melaksanakan shalat gerhana bulan:

Shalat gerhana dapat mengingatkan diri akan betapa besar kuasa Allah Swt. Disyariatkannya shalat gerhana bulan diharapkan dapat mengingatkan kita akan kebesaran kuasa Allah Swt. Akan tetapi, dengan peristiwa itu Allah Ta’ala ingin membuat para hamba-Nya takut.”

Shalat gerhana dapat memberi rasa takut dalam diri sehingga membuat kita menjadi lebih bertakwa Selain itu, sebuah hadits mengatakan bahwa shalat gerhana juga disyariatkan untuk diamalkan agar kita dapat menanamkan rasa takut kepada Allah Swt. Hal ini juga tertuang dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim berikut: Artinya: “Sesungguhnya ketika tertutup cahaya matahari dan bulan (gerhana) bukanlah sebab karena ada yang mati atau karena ada yang hidup, namun itu adalah tanda kuasa Allah untuk menakut-nakuti hamba-Nya dengan terjadi gerhana tersebut.”

Mitos ini sampai membuat siapa pun yang mempercayainya ketakutan dan sembunyi di bawah meja. Shalat gerhana dianjurkan untuk diamalkan agar kita selalu ingat akan kebesaran Allah Swt.

dan terus mengamalkan perbuatan baik untuk menambah nilai ketakwaan kita di hadapannya. juga bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa kita dianjurkan untuk mengamalkan hal-hal baik selama waktu gerhana masih berlangsung. Penjelasan mengenai mitos tentang gerhana yang berhubungan dengan kematian atau lahirnya seseorang. Itulah informasi selengkapnya mengenai gerhana bulan yang tidak lepas dari mitos masa lalu dan anjuran untuk melakukan shalat gerhana bulan yang lengkap dengan penjelasan tata cara untuk melakukannya.

Semoga tulisan ini dapat mengantarkan kita untuk memanfaatkan momen kebesaran Allah Swt.

Bacaan Niat dan Tata Cara Shalat Khusuf saat Gerhana Bulan

Umat Islam dianjurkan untuk melakukan salat sunah khusuf saat gerhana bulan total terjadi pada Selasa (8/11). “Pelaksanaan shalat gerhana disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerahnya masing-masing,” katanya, mengutip laman resmi Kementerian Agama. Tak cuma itu, ia juga mengimbau umat Islam untuk memperbanyak zikir, istigfar, sedekah, dan melakukan amalan saleh lainnya. “Saya salat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.” Umat Islam dianjurkan untuk melakukan salat khusuf saat gerhana bulan total. Umat Islam dianjurkan untuk melakukan salat khusuf saat gerhana bulan total.

Adapun secara teknis, berikut tata cara shalat sunnah gerhana bulan sebagaimana dianjurkan oleh Kemenag RI: Kemudian bangkit dari rukuk (itidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”

Setelah itidal tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah dan surat yang panjang. Setelah itu, imam akan menyampaikan khutbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berzikir, berdoa, beristighfar, dan bersedekah.

Tata Cara dan Niat Shalat Gerhana Bulan dan Matahari

Jadi dengan demikian shalat Gerhana tersebut seluruhnya berjumlah 4 rukuk, 4 fatihah dan 4 sujud. Apabila shalat Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari tersebut dilaksanakan seperti shalat biasanya yakni 2 raka’at dengan 2 rukuk, maka hal itu tidak menjadi halangan juga (cukup sah pula).

Artinya : {” Saya niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Bulan dua rakaat karena Allah ta’ala “} Artinya : {” Aku niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Matahari dua rakaat karena Allah ta’ala “}

Niat Shalat Gerhana Bulan, Bacaan Latin, dan Terjemahannya

Fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi pada tanggal 8 November 2022, bertepatan dengan malam purnama 14 Rabiul Akhir 1444 H. Rasulullah SAW sangat menganjurkan agar umat muslim melaksanakan shalat gerhana saat fenomena tersebut berlangsung.

Bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu hanya menyembah kepada-Nya,” (QS Fushilat: 37). “Matahari dan bulan merupakan setengah dari beberapa tanda kekuasaan Allah, bukan karena matinya seseorang atau bukan (pula) karena hidupnya, maka ketika kalian melihat gerhana, berdoalah dan shalatlah sampai gerhana tersebut hilang (terang)” (HR al-Bukhari).

Membaca niat saat akan melaksanakan shalat gerhana bisa diucapkan dalam hati, ataupun dilafalkan dengan lisan. Dikutip dari laman NU Online, berikut ini niat shalat gerhana bulan, bacaan latin, dan terjemahannya:

Berikut ini tata cara pelaksanaannya yang dilansir dari laman Kementerian Agama RI: Kemudian bangkit dari rukuk (i’tidal) sambil mengucapkan ‘Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd’ Setelah melaksanakan shalat gerhana, imam menyampaikan khutbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar, dan bersedekah.

Hukum Sholat Gerhana Matahari & Bulan, Lengkap Tata Caranya

Dalam artian, sholat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan sesuai dengan anjuran dari Rasulullah SAW berikut, Artinya: “Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan), maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.”

Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah sholat, dan bersedekahlah,” (HR Bukhari). Berdasarkan hadits di atas, hukum sholat gerhana yang sunnah muakkad berlaku umum bagi pria dan wanita muslim.

Dengan catatan, fenomena gerhana yang dijadikan acuan dapat disaksikan langsung oleh mata telanjang bukan melalui hasil hisab. Dengan kata lain, tidak disyariatkan pengerjaan sholat gerhana bagi sejumlah penduduk di suatu wilayah tertentu.

Khususnya bagi mereka yang tidak dapat menyaksikan gerhana matahari atau bulan secara langsung. Hal inilah yang membuat masyarakat muslim saat itu mengira, gerhana matahari sebagai tanda berduka cita atas wafatnya Nabi Ibrahim.

Sholat sunnah tersebut diamalkan dengan tujuan mengagumi keagungan Allah SWT atas penciptaan matahari dan bulan.

Mengutip dari publikasi Kemenag Jawa Barat, peristiwa gerhana tersebut mengingatkan manusia pada tanda-tanda kejadian hari kiamat atau azab akibat dosa-dosa yang pernah dilakukan. Untuk tata cara pengerjaannya, menurut Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq oleh Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, sholat gerhana lebih utama dikerjakan secara berjamaah. Artinya: “Saya niat sholat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Artinya: “Saya niat sholat sunnah gerhana matahari sebagai imam atau makmum karena Allah semata.” Setelah i’tidal tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah dan surat lain.

Tata Cara dan Bacaan Niat Shalat Khusuf Saat Gerhana Bulan Total, Bisa Berjamaah atau Sendiri

Baca Juga: Nikmati Gerhana Bulan Total Sore Ini, Salah Satu Fenomena Astronomi Langka di Penghujung Tahun 2022 Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ (Saya berniat shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT).

Written by Albara

Jadilah yang terbaik di mata Allah,
Jadilah yang terburuk di mata sendiri,
Jadilah sederhana di mata manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Doa Untuk Orang Sakit Agar Cepat Sembuh

Doa Setelah Baca Yasin Yang Lengkap