Tata Cara Pemakaman Jenazah Menurut Islam

Sesuai syariat Islam, saat seseorang meninggal dunia, maka jenazah harus dikuburkan. Kedalaman lubang kubur harus setinggi orang yang berdiri di dalam dengan tangan melambai ke atas.

Selain itu juga aman dari longsor akibat aliran air hujan.

Panjang lubang harus cukup untuk jenazah yang pastinya melebihi tinggi badannya.

Jika tanahnya keras, disunahkan untuk membuat liang lahat dalam lubang kubur. Maksud liang lahat yaitu lubang yang dibuat di dinding kubur sebelah kiblat, ukurannya cukup untuk meletakkan jenazah.

Terkait waktu menguburkan jenazah ada beberapa hal yang perlu diketahui. Hal ini dikarenakan akan berdampak pada proses pemakaman dan ketersediaan warga yang membantu menguburkan.

Jika semua sudah dipersiapkan dengan baik, maka selanjutnya yaitu langsung kepada intinya. a. Meletakkan jenazah di tepi lubang atau liang kubur sebelah kiblat, lalu ditaruh papan kayu dengan posisi agak miring. Ya Allah, bukalah pintu-pintu langit untuk roh jenazah, muliakanlah tempatnya, luaskanlah tempat masuknya, dan lapangkanlah alam kuburnya. f. Khusus jenazah perempuan disarankan untuk membentangkan kain di atas kuburnya pada waktu dimasukkan ke liang kubur.

Tata Cara Menguburkan Jenazah

Jika hal ini dikerjakan oleh kaum wanita, maka akan menyebabkan terbukanya aurat di sepan laki-laki yang bukan mahramnya. Dalam masalah ini, wali mayyit merupakan orang yang paling berhak menguburkannya, berdasarkan firman Allah SWT :

Maksudnya, agar jenazah tidak mudah dibongkar oleh binatang buas setelah jenazahnya membusuk. Ketika kita meletakkan jenazah hendaknya membaca doa : Dengan menyebut nama Allah dan atas agama Rasulullah

Tali-tali pengikat kafan dilepaskan, pipi kanan dan ujung kaki ditempelkan ke tanah. Hal ini sesuai dengan hadits bahwa sesungguhnya Nabi saw telah menyiram kuburan putra beliau Ibrahim.

Hal ini sesuai dengan hadts Nabi saw yang artinya, : “Apabila Nabi saw selesai menguburkan jenazah, beliau berdiri diatasnya dan bersabda, Mohonkanlah ampun untuk saudaramu dan mintakanlah untuknya supaya diberi ketabahan karena sesungguhnya ia sekarang ditanya.”

Tata Cara Menguburkan Jenazah Sesuai Ajaran Islam

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Saat ada saudara atau tetangga yang meninggal dunia, sebagai Muslim perlu mengetahui empat hal yang menjadi kewajibannya yakni memandikan, mengkafani, menyalati dan menguburkan.

Artinya: Barang siapa yang menyaksikan jenazah hingga menyalatkannya, maka baginya pahala satu qirat; dan barang siapa yang menyaksikannya hingga mengebumikannya, maka baginya pahala dua qirat. bersabda, “Yang paling kecil di antara keduanya besarnya sama dengan Bukit Uhud.”

Ustaz Sutomo Abu Nashr Lc dalam bukunya Pengantar Fiqh Jenazah terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan, hukum pengurusan jenazah termasuk di antaranya menguburkan yakni fardhu kifayah. Akan tetapi kadang-kadang ada juga kendala atau kemaslahatan yang mengharuskan adanya penundaan. Disunnahkan membawa jenazah dengan tarbi’ (dibawa empat orang laki-laki). Lahd lebih baik daripada syaq (galian yang sama namun letaknya ditengah bukan di pojok kanan)

Tata Cara Menguburkan Jenazah

Jika hal ini dikerjakan oleh kaum wanita, maka akan menyebabkan terbukanya aurat di sepan laki-laki yang bukan mahramnya. Dalam masalah ini, wali mayyit merupakan orang yang paling berhak menguburkannya, berdasarkan firman Allah SWT : Maksudnya, agar jenazah tidak mudah dibongkar oleh binatang buas setelah jenazahnya membusuk. Ketika kita meletakkan jenazah hendaknya membaca doa : Dengan menyebut nama Allah dan atas agama Rasulullah

Tali-tali pengikat kafan dilepaskan, pipi kanan dan ujung kaki ditempelkan ke tanah. Hal ini sesuai dengan hadits bahwa sesungguhnya Nabi saw telah menyiram kuburan putra beliau Ibrahim.

Hal ini sesuai dengan hadts Nabi saw yang artinya, : “Apabila Nabi saw selesai menguburkan jenazah, beliau berdiri diatasnya dan bersabda, Mohonkanlah ampun untuk saudaramu dan mintakanlah untuknya supaya diberi ketabahan karena sesungguhnya ia sekarang ditanya.”

Tata Cara Mengubur Jenazah Menurut Hukum Islam

Ada aturan-aturan tertentu yang digariskan oleh Islam di dalam pelaksanaan penguburan ini. Tidak hanya ketika masa hidupnya saja, saat telah meninggal pun jenazah manusia mesti diperlakukan dengan baik. Secara teknis Dr. Musthafa Al-Khin di dalam kitabnya a l-Fiqhul Manhajî menjelaskan tata cara mengubur jenazah sebagai berikut: Sedangkan untuk lebih sempurnanya mengubur jenazah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Berdasarkan sebuah hadits riwayat Imam Turmudzi berkenaan dengan para sahabat yang terbunuh pada waktu perang uhud, beliau bersabda: Setelah jenazah diletakkan secara pelan di dasar kubur disunahkan pula untuk melepas tali ikatannya dimulai dari kepala.

Mengikuti sunah Rasulullah sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imam Abu Dawud dari sahabat Abdullah bin Umar, bahwa bila Rasulullah meletakkan jenazah di dalam kubur beliau membaca bismillâhi wa ‘alâ sunnati Rasûlillâhi shallallâhu ‘alaihi wa sallama . Sementara Syekh Nawawi Banten dalam kitab Kâsyifatus Sajâ menambahkan bahwa ketika proses mengubur jenazah disunahkan menutupi liang kubur dengan semisal kain atau lainnya.

10 Tata Cara Menguburkan Jenazah Menurut Islam

Kematian seseorang merupakan rahasia Illahi dan ketika saat itu tiba tidak ada satu manusia pun yang mampu menolaknya. Meskipun roda kehidupan tersebut diketahui dan disadari manusia, namun kematian tetap meninggalkan kesedihan bagi yang ditinggalkan.

Proses Pemakaman Jenazah Menurut Islam

Sebelum memakamkan jenazah, ada hal-hal yang perlu diketahui dan dipersiapkan terlebih dahulu. Dalam membuat liang kubur untuk memakamkan jenazah, ada beberapa hal yang harus dipenuhi, antara lain : Apabila sudah ada orang yang mengantar jenazah maka gugurlah kewajiban muslim lainnya. Barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dishalatkan, maka dia memperoleh satu qirath.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasul SAW berikut (baca kisah teladan Nabi Muhammad SAW dan cara tidur Rasulullahdan manfaatnya) Barangsiapa yang mengikuti jenazah, maka hendaklah dia mengangkat dari seluruh sudut keranda, karena hal itu merupakan Sunnah.

Adapun keranda jenazah tidak boleh diangkat oleh wanita dan haruslah laki-laki yang mengangkatnya. Selain itu, pengiring jenazah hendaknya berjalan dibelakang, maupun dengan kendaraan jika letaknya jauh serta tidak diperbolehkan mengiringi jenazah dengan suara tangisan yang keras, alat musik, maupun melantunkan zikir untuk mayit.

Meletakkan jenazah pada liang lahat diatas bagian tubuh sebelah kanan dan wajahnya dihadapkan kearah kiblat.

Saat memasukkan jenazah dalam liang kubur, disunahkan untuk berdoa sesuai sabda Rasul SAW : Apabila kalian meletakkan jenazah di kuburnya, maka ucapkanlah: بِسْمِ اللهِ وَعَلَى مِلًّةِ رَسُوْل اللهِ (dengan nama Allah dan di atas agama Muhammad). Jika jenazah yang dimakamkan adalah wanita maka dianjurkan untuk membentangkan kain diatas jenazahnya. Pengiring jenazah juga disunahkan untuk melemparkan tanah dengan kedua tangannya pada makam.

Demikian proses pemakaman jenazah menurut islam yang bisa diketahui dan dipahami oleh setiap umat muslim. Ada baiknya jika kita senantiasa mengikuti anjuran tersebut saat mengiringi dan memakamkan muslim lainnya.

Written by Albara

Jadilah yang terbaik di mata Allah,
Jadilah yang terburuk di mata sendiri,
Jadilah sederhana di mata manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Niat Puasa Buat Bayar Utang Puasa Ramadhan

Amalan Agar Rumah Cepat Laku Dijual